[Supercoolday] Mengisi Perabotan dan Perentilan Lainnya

Rumahku Istanaku
Rumahku Istanaku

Walaupun Saya dan Dea sudah berusaha bagaimana caranya agar hal-hal yang perlu disiapkan sudah diselesaikan jauh-jauh hari, tetep aja sampe menjelang hari H masih aja perentilan yang perlu diurus, mulai dari fitting baju, ngedata ukuran baju keluarga, ngeprint label dan ngirim undangan, konsolidasi ke keluarga-keluarga, teknikal meeting, perubahan ini itu, nyiapin bungkusan seserahan, nyiapin hotel untuk keluarga menginap, nyiapin hotel untuk honeymoon, dan masih banyak lainnya. Maklum, namanya sama-sama anak pertama yang menikah, jadi kedua keluarga masih sama-sama meraba dan trial and error. Untungnya Saya dan Dea sama-sama orang yang praktis dan gak mau ribet, jadi kebutuhan untuk pernikahan kita gak serumit kebanyakan orang.

Kali ini saya ingin cerita tentang mengisi perabotan rumah. Saya amat sangat menyarankan, bagi pasangan yang baru menikah, ada baiknya tinggal dulu bersama orang tua. Kenapa? Karena harga perabotan itu sangatlah labil sodara-sodara sekalian. Belum kalo rumah untuk kita tinggal masih ngontrak atau musti ngeDP rumah dulu. Alhamdulillah, Saya dan Dea masih memiliki alternatif beberapa tempat tinggal yang sudah disiapkan orang tua kami berdua sehingga tidak perlu repot memikirkan dan menyiapkan untuk tempat tinggal dulu. Tapi, untuk urusan perabotan rumah tanggal, kami berdua ingin mengisi sendiri dengan uang kami. Ketika kami ngecek rumah, ngelist barang apa aja yang dibutuhkan, lalu survey harga barang-barang tersebut, kami langsung shock karena ternyata kebutuhan awal untuk mengisi perabotan itu besar sekali *tapi ini tergantung lifestyle dan kekuatan financial masing-masing yah* Bahkan gorden aja ternyata mahal banget harganya -_-

Untuk mengakali problem tersebut, kami membuat sebuah metode dalam mengisi perabotan di rumah. Kami membuat sebuah tabel barang-barang beserta harganya yang kami butuhkan, lalu kami buat prioritas 1, 2, dan 3. Prioritas 1 itu yang harus banget sudah ada kalo kita nanti nempatin rumah itu, prioritas 2 itu yang setelah itu perlu kita lengkapi, dan prioritas 3 adalah hal-hal yang klo itu ada, kita bisa jadi lebih nyaman dan bahagia 🙂 Setelah kita buat, ternyata kebutuhan untuk prioritas satu memakan hampir 70% dari total anggaran untuk perabotan -_- Jadi ya sebenernya tetep aja gede. Barang-barang kayak kasur, mesin cuci, kompor, dispenser, kulkas, gorden, dll itu ada di prioritas 1 dan harganya emang mahal-mahal. Klo prioritas 2 itu bangsanya meja tamu dan kursi tamu (jadi sebelum prioritas 1 kelar, jangan ada yang bertamu yah :p). Nah klo priortas 3 itu udah yang labil-labil kayak water heater, AC, kapal pesiar, pesawat jet pribadi, hehehe. Alhamdulillahnya sih, ketika kami memutuskan untuk menikah dan membeli perabotan, kami berdua sudah memiliki tabungan yang cukup untuk melengkapi prioritas 1 kami, walaupun abis itu tabungan udah kedip2 kayak ultraman yang lagi kehabisan tenaganya :p

Selain hal tersebut, yang perlu dipertimbangkan juga kualitas barang yang mau kita beli (mempengaruhi harga). Pertimbangkanlah merk yang sedikit bagus, karena klo merk asal2an, kita bakal keluar uang dua kali klo barang itu rusak. Jadi pastikan cari yang awet, terutama untuk elektronik. Terus, pertimbangkan juga watt yang mau dipake dan kapasitas watt rumah kita. Lalu tantangan berikutnya, karena bagi Saya dan Dea, kebutuhan akan internet dan TV kabel termasuk utama, nah perlu disurvey juga tuh yang paling efisien paket seperti apa. Sayangnya, di rumah kami nanti, belum banyak opsi dari penyedia jasa tersebut karena belum masuk coverage 😥

Lepas dari proble-problem di atas, Saya dan Dea sangat menikmati proses tersebut. Inilah yang namanya membangun rumah tangga bersama. Kami menghadapi problem dan mencari solusinya bersama-sama. Melihat hal tersebut, Saya jadi berkesimpulan bahwasannya modal cinta dan niat saja gak cukup kalau untuk menikah. Ada pendapat yang keliru bahwa hanya dengan menikah saja, akan bermunculan pintu-pintu rezeki kita. Kenyataannya, pintu-pintu tersebut baru akan muncul kalau kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga. Justru dengan menikah, kita menjadi memiliki rasa tanggung jawab yang lebih sehingga performa kita dalam bekerja akan meningkat berkali-kali lipat 🙂

4 thoughts on “[Supercoolday] Mengisi Perabotan dan Perentilan Lainnya

  1. dam.. i feel youu.. perabotan itu seneng milihnya enggan bayarnya hahaha. saran gw, uang angpau boleh tuh disisihin beberapa persen buat beli perabotan. klo mau lebih murah, bikin perabotan kayu2 atau kaca2 di tukang aja langsung, bs nego sadis. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s