[Supercoolday] Membeli Reksadana Pertama Kami di Commonwealth Bank

Mengelola keuangan adalah sebuah tantangan sendiri dalam berumahtangga. Kami harus bisa mengalokasikan pendapatan kami berdua untuk berbagai pos sesuai dengan prioritas bersama. Tentu setelah menikah, prioritas kami berdua harus berubah. Kalau saya dua tahun yang lalu, pasti sudah banyak menghabiskan uang untuk gadget-gadget terbaru. Kalau istri, mungkin koleksi sepatu dan bajunya sudah jauh lebih banyak lagi. Namun karena sekarang kami sudah berada di satu kapal, tentu prioritas kami berubah dimana kebutuhan keluarga menjadi nomer satu. Saya pernah menulis tentang pengalokasian pendapatan bulanan kita yang baik untuk berumah tangga di sini.

Dalam tulisan tersebut, disarankan untuk memenuhi dana darurat terlebih dahulu baru berinvestasi. Berhubung dana darurat yang harusnya gak boleh dipakai kecuali dalam kondisi darurat itu sering secara terpaksa harus dipakai, jadi klo nunggu dana darurat berada di posisi yang kita harapkan gak akan kelar-kelar :p Biasanya dana darurat itu terpaksa dipakai untuk bayar kartu kredit yang tiba-tiba gede tagihannya karena emang kita berdua belum bisa bener-bener ngerem kebutuhan harian kita. Yah namanya juga masih berdua aja, jadi klo labil-labil gitu masih ngerasa enteng. Mungkin nanti klo udah ada gendongan, bakal jadi super hemat dan pelit ūüėÄ

Intinya, kami harus segera memulai investasi walaupun dana darurat masih naik-turun. Investasinya ya yang kecil-kecil dulu aja nominalnya, yang penting rutin dan harus dimulai secepatnya. Untuk itu kami memutuskan untuk membeli reksadana saja. Saya sempat belajar dulu tentang apa itu reksadana di google dan beli buku yang menjelaskan tentang reksadana. Secara umum reksadana itu adalah kumpulan produk-produk saham atau pasar uang. Biasanya dibagi jadi tiga kategori, reksadana pasar uang, campuran, dan saham. Dari ngobrol dengan beberapa orang finance dan buku yang saya baca, pasar uang itu low risk low return, cocok untuk jangka pendek (1 tahun), campuran itu average risk average return, cocok untuk jangka menengah (1-3 tahun), lalu untuk saham itu high risk high return, cocok untuk investasi jangka panjan (lebih dari 3 tahun).

Biasanya untuk mulai investasi, dimulai dengan investasi kita untuk apa? Untuk dana pendidikan anak kah, untuk dana pensiun kah, dan lain sebagainya sehingga produk reksadananya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Selain itu, profil kita juga penting, apakah kita memiliki toleransi terhadap resiko tinggi atau tidak. Kalau saya dan istri, konsepnya adalah yang penting harus alokasiin uang untuk investasi aja, terus kalau lagi ada uang lebih, diinvestasiin juga. Jadi gak ngincer ini dalam berapa tahun harus untung berapa dan sebagainya, cuma yang penting uangnya muter aja. Jadi kami memilih reksadana yang saham saja, toh untuk jangka panjang juga (belum dialokasikan untuk kebutuhan tertentu).

Pertanyaan berikutnya, kalau mau beli reksadana gimana caranya? Gak ada gedung dengan plang “toko reksadana” yang bisa kita kunjungi. Itu karena katanya reksadana itu gak boleh dijual langsung, harus melalui perantara. Nah perantaranya bisa perusahaan sekuritas atau bisa via bank. Saya dapet rekomendasi dari temen-temen kalau Commonwealth Bank ini punya produk reksadana yang sangat banyak (ada 60 produk kalau gak salah). Lalu yang saya suka, kita bisa topup reksadana tiap bulan via internet banking dengan nominal minimal 100.000. Wah ini kan jadi praktis yah, kalau tiba-tiba lagi ada uang lebih bisa ditopup, kalau lagi banyak kebutuhan bisa gak topup, dan mencairkan reksadananya pun bisa via internet banking. Cocok banget nih buat saya yang males repot dateng ke bank cuma buat beli produk reksadana tiap bulannya. Ada sih di beberapa bank fitur autodebet, tapi kan kita tidak punya kendali terhadap nominal dan produk yang ingin dibeli.

Pilihan produk reksadana di Commonwealth Bank
Pilihan produk reksadana di Commonwealth Bank

Cara membeli reksadana di Commonwealth Bank ini sangatlah mudah.

  1. Buka rekening, saldo minimal setor Rp. 500.000 rupiah
  2. Siapin KTP dan NPWP (oh ya, alamat rumah dan kantor harus lengkap dan ada nomer telponnya. Temen ada yang ditolak gara-gara rumahnya gak ada telponnya -_-)
  3. Pilih produk reksadana yang kita inginkan, isi form, bayar Rp 500.000 rupiah + 2% fee untuk beli produk itu
  4. Jadi deh

Sesimpel itu. Sisanya kalau mau topup produk reksadananya, tinggal pakai internet banking aja yang secara cuma-cuma diberikan ketika kita buka rekening. Kita hanya perlu dateng ke Commonwealth Bank untuk membeli produk reksadana baru. Nanti untuk topupnya bisa via internet Banking. Misalkan kayak saya, beli produk A, untuk pembelian pertama harus dibeli di Bank. Nanti topup produk A bisa via internet Banking. Kalau saya mau nambah produk B dan C, harus ke Bank lagi. Nanti kalau mau topup bisa via internet banking Commonwealth Bank.

Selain produk reksadana yang banyak dan kemudahan topup serta mencairkan reksadana di Commonwealth Bank, costumer service di situ (kebetulan saya yang di cabang Dago, Bandung) sangat helpfull. Mereka dengan senang hati memberikan kita rekomendasi kira-kira produk apa yang lagi bagus, produk apa yang cocok dengan kita, bahkan kita diberikan kontak mereka untuk nanya-nanya misalkan suatu ketika kita bingung mau beli apa. Intinya mah kita gak perlu pantengin grafik reksadana tiap hari, bisa langsung tanya aja ke account manager reksadana di Commonwealth Bank secara cuma-cuma ūüôā Walaupun saya sendiri tertarik sih ngeliat pergerakan pasar di bursa saham. Hehehe

Intinya, investasilah selagi muda dan sedini mungkin. Gak usah langsung investasi 100 juta, 10 juta, atau 2,5 juta. Dimulai dari 100.000 perbulan aja cukup kok. Yang penting rutin. Lalu juga kita jangan investasi di satu produk saja, coba 2-3 produk reksadana, coba juga produk lainnya kayak logam mulia, atau instrumen investasi lainnya.

[Supercoolday] Tutorial Membuat Label Undangan Menggunakan Word dan Excel

Kebetulan kondisi ketika saya mencetak undangan kemarin, saya belum memiliki daftar undangan yang ingin dikirimkan. Alhasil, percetakannya hanya memberikan saya labelnya dan saya sendiri yang diminta mengisinya. Permasalahannya, mencetak di label bukanlah hal yang mudah. Kita perlu mencocokan ukuran dari label tersebut, marginnya, juga memasukan ratusan data kedalamnya. Kemudian, agak sedikit tricky nih jika kita menggunakan office for mac (gak tau ya klo buat windows gimana). Jadi saya akan buat tutorial nyetak label undangan menggunakan microsoft word dan microsoft excel di Mac.

1. Buatlah file excel dengan judul kolom Nama dan Alamat. Boleh kalau mau ditambahkan data lainnya, tapi standarnya sih itu aja. Lalu isi data Nama dan Alamatnya kemudian simpan file tersebut.

Screen Shot 2013-08-22 at 1.42.56 AM

2. Agar mudah marginnya, saya beli label merk tom and jerry tipe 103 dan download templatenya di http://tjlabels.com. Setelah itu, tinggal buka saja file word yang telah diberikan margin yang sesuai dengan label tersebut. Lalu buka tools -> mail merge manager, maka akan muncul kotak dengan tulisan mail merge manager.

Screen Shot 2013-08-21 at 2.54.11 AM

3. Klik Create New, nanti akan muncul kotak dengan judul Label Option. Berhubung label Tom and Jerry gak ada di situ, awalnya saya bingung pilih yang mana. Kemudian ketika saya close kotak tersebut, eh tiba-tiba nongol tulisan label Tom And Jerry di kotak Mail Merge Manager -> Select Document Type. -_-a itu merupakan misteri, tapi yang penting jalan :p

Screen Shot 2013-08-21 at 2.54.36 AM

4.  Setelah itu, klik di baris nomer 2 yang tulisannya Select Recepient List -> Get List ->  new data source. Lalu Pilih file excel yang sudah kita buat tadi, lalu pilih sheet yang kita inginkan. Setelah itu, akan muncul kotak edit label. Kita bisa memasukan data apa saja yang mau kita masukan di insert Merge field. nanti data tersebut akan muncul di kotak kosong di bawahnya. Setelah selesai memasukan data yang kita inginkan (biasa sih nama dan alamat aja), klik OK.

Screen Shot 2013-08-21 at 2.55.40 AM

5. Nahh,, jadi deh template label kita. Kita tinggal atur paragrafnya mau di samping atau di tengah. mau fontnya apa. dsb. Setelah semuanya selesai, kita tinggal klik baris nomer 6 di Mail Merge Manager yang tulisannya Complete Merger. Setelah itu, akan digenerate label kita dalam file word baru dan tinggal di print deh di kertas label Tom And Jerrynya.

Screen Shot 2013-08-21 at 2.56.22 AM

Sedikit tips, sebaiknya sebelum ngeprint di label, tes dulu di kertas biasa. Kalau udah yakin pas, tes dulu di bagian belakang dari label (untuk ngecek posisinya udah pas banget ato belum). Kalo pengalaman saya, dari template ini pun masih kurang pas, jadinya saya harus sedikit menggeser margin di bagian paling kanan agar bener-bener rapih di labelnya nanti.

Semoga tutorial ini bermanfaat, gak cuma yang buat bikin undangan pernikahan, tapi siapa tau juga mau dipake buat ngelabelin hal-hal yang lain. Kalau yang menggunakan windows, bisa cek tutoriallnya di sini.